Serangan rudal dilaporkan menghantam Teheran timur, menurut kantor berita Iran ISNA, sementara sirene peringatan juga terdengar di Dubai ketika perang terus meluas di kawasan tersebut.
Analis JPMorgan dalam catatannya mengatakan pasokan minyak dari Irak dan Kuwait bisa mulai terhenti dalam beberapa hari jika Selat Hormuz tetap ditutup.
Kondisi itu berpotensi memangkas pasokan hingga 3,3 juta barel per hari pada hari kedelapan konflik.
Sekitar seperlima aliran minyak global melewati Selat Hormuz.
“Harga minyak akan sangat sensitif terhadap penutupan selat tersebut. Pada akhirnya produksi di wilayah pengekspor akan melambat, dan jika kondisi ini berlanjut hingga pekan depan, pemulihan produksi serta pengiriman setelah selat dibuka kembali juga akan membutuhkan waktu,” ujar Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial Dennis Kissler.
Irak, produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), telah memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari karena keterbatasan penyimpanan dan jalur ekspor, menurut pejabat yang berbicara kepada Reuters.