sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Memanas, Saham ENRG-MEDC Cs Melesat Lagi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/07/2026 09:42 WIB
Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Senin (13/7/2026) seiring lonjakan harga minyak dunia lebih dari 3 persen pagi ini.
Harga Minyak Memanas, Saham ENRG-MEDC Cs Melesat Lagi. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Memanas, Saham ENRG-MEDC Cs Melesat Lagi. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Senin (13/7/2026) seiring lonjakan harga minyak dunia lebih dari 3 persen pagi ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.36 WIB, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 5,00 persen ke Rp1.260 per unit, diikuti PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang meningkat 3,79 persen menjadi Rp137 per unit.

Kemudian, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendaki 2,13 persen, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 1,63 persen, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 0,93 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terapreasiasi 0,38 persen.

Berbeda, PT Elnusa Tbk (ELSA) turun 1,53 persen.

Harga minyak dunia menguat lebih dari 3 persen pada awal perdagangan Asia, Senin (13/7), setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan beberapa gelombang serangan ke sasaran militer Iran pada Minggu.

Di saat yang sama, mengutip The Wall Street Journal, pasukan Iran menembaki kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.

Hingga pukul 06.53 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak terdepan naik 3,2 persen menjadi USD73,70 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak terdepan menguat 3,1 persen ke USD78,38 per barel.

Analis ANZ Research menilai eskalasi terbaru tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan kesepakatan damai yang sebelumnya telah meredakan ketegangan di kawasan.

"Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa kesepakatan damai yang rapuh dapat runtuh," tulis analis ANZ Research dalam laporannya.

Mereka menambahkan, selama kesepakatan tersebut berlangsung, lalu lintas kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz sempat meningkat. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement