“Dengan perundingan damai yang mandek dan belum ada kejelasan pembukaan kembali Selat Hormuz, pelaku pasar mulai memperhitungkan gangguan berkepanjangan pada jalur vital pasokan global,” kata Analis Rystad Energy, Jorge Leon.
Negosiasi sebelumnya antara AS dan Iran runtuh pekan lalu setelah pertemuan langsung gagal mencapai kesepakatan.
Data pelacakan kapal menunjukkan gangguan signifikan di kawasan tersebut. Enam tanker minyak Iran terpaksa berbalik arah akibat blokade AS, meski sebagian lalu lintas masih berlangsung.
Kapal tanker Idemitsu Maru berbendera Panama yang membawa 2 juta barel minyak Saudi, serta kapal LNG yang dikelola Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC), tercatat melintasi Selat Hormuz pada Selasa. Kapal LNG ADNOC menjadi yang pertama melintas sejak perang Iran pecah pada 28 Februari.
Sebelum konflik AS-Israel dengan Iran dimulai, sekitar 125 hingga 140 kapal melintasi selat tersebut setiap hari.