Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan pemasok domestik agar tidak menimbun atau menaikkan harga secara berlebihan, di tengah reformasi subsidi berisiko tinggi dan gelombang protes akibat kesulitan ekonomi.
“Iran memiliki sejarah panjang protes dan tidak ada tanda rezim akan runtuh. Namun, bergantung pada perkembangan situasi, ekspor minyak Iran, sekitar 2 persen pasokan global, bisa berisiko,” ujar analis strategi investasi Raymond James, Pavel Molchanov.
Kelompok pemantau internet NetBlocks juga melaporkan pemadaman internet nasional di Iran pada Kamis, seiring berlanjutnya aksi protes.
Irak dan Iran termasuk produsen minyak terbesar di OPEC setelah Arab Saudi. (Aldo Fernando)