Di sisi lain, juru bicara Garda Revolusi Iran memperingatkan perusahaan pelayaran melalui unggahan di platform X bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.
Selain kembali memanasnya konflik di Selat Hormuz, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran juga membuka tekanan baru dengan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.
Kelompok tersebut bahkan mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Misi Angkatan Laut Uni Eropa, Aspides, memperingatkan bahwa kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel, AS, atau Arab Saudi menghadapi risiko lebih tinggi menjadi sasaran serangan Houthi.
Kapal-kapal tersebut disarankan menghindari pelayaran melalui Laut Merah dan Teluk Aden.
"Pasar energi kini menghadapi kekhawatiran di dua selat sekaligus. Selat Bab el-Mandeb berpotensi menyusul Selat Hormuz sebagai titik panas baru, sementara pelaku pasar terus memantau lalu lintas pelayaran di Laut Merah," ujar Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer, dikutip Reuters.