Meski demikian, persediaan minyak global dilaporkan meningkat dan risiko kelebihan pasokan tetap menjadi faktor utama yang berpotensi menahan kenaikan harga, menurut Haitong Futures.
Selama risiko di Iran tidak meningkat lebih jauh, pemulihan harga diperkirakan terbatas dan sulit bertahan.
Di sisi lain, Gedung Putih dijadwalkan bertemu dengan perusahaan minyak dan rumah dagang pada Jumat sore untuk membahas kesepakatan ekspor Venezuela.
Presiden AS Donald Trump menuntut agar Venezuela memberikan akses penuh kepada AS atas sektor minyaknya, menyusul penangkapan pemimpin negara tersebut, Nicolas Maduro, oleh Washington pada Sabtu. Pejabat pemerintahan Trump menyatakan AS akan mengendalikan penjualan dan pendapatan minyak Venezuela tanpa batas waktu.
Raksasa minyak Chevron Corp, bersama rumah dagang global Vitol dan Trafigura, serta perusahaan lain, bersaing mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS untuk memasarkan hingga 50 juta barel minyak yang terakumulasi dalam persediaan perusahaan minyak milik negara PDVSA, di tengah embargo minyak yang ketat.