“Protes di Iran tampak semakin menguat, sehingga pasar khawatir akan gangguan pasokan,” ujar Kepala Analisis Komoditas Saxo Bank Ole Hansen.
Pada Kamis, dilaporkan terjadi pemadaman internet secara nasional di Iran, di tengah berlanjutnya protes atas kesulitan ekonomi di Teheran, kota-kota besar seperti Mashhad dan Isfahan, serta wilayah lain di seluruh negeri.
Survei menunjukkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memompa 28,40 juta barel per hari pada bulan lalu, turun 100.000 barel per hari dari total November yang telah direvisi. Iran dan Venezuela mencatat penurunan terbesar.
Kekhawatiran meluasnya perang Rusia-Ukraina turut menambah tekanan pada sisi pasokan. Militer Rusia menyatakan pada Jumat telah meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke sejumlah target di Ukraina.
Target tersebut mencakup infrastruktur energi yang mendukung kompleks industri militer Ukraina, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.