Pengumuman gencatan senjata itu tampak bersifat sepihak, dan belum jelas apakah Iran maupun sekutu AS, Israel, akan menyetujui perpanjangan tersebut, yang awalnya dimulai dua pekan lalu.
Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Baqer Qalibaf, pada Rabu menyatakan bahwa gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Dalam unggahan di platform X, Qalibaf menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan jika terjadi “pelanggaran terang-terangan” terhadap gencatan senjata.
Di kawasan lain, sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Rabu, menurut kantor berita pemerintah Lebanon.
Kelompok Hizbullah juga meluncurkan drone serangan ke pasukan Israel di wilayah selatan, yang semakin menekan gencatan senjata antara kedua pihak.