Arab Saudi mengatakan telah mencegat dan menghancurkan beberapa rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh serta menggagalkan upaya serangan drone terhadap fasilitas gas di bagian timur negara tersebut.
Iran telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk beberapa fasilitas energi di seluruh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
"Fasilitas-fasilitas tersebut akan menjadi sasaran serangan dalam beberapa jam ke depan," demikian dilaporkan media pemerintah Iran pada Rabu waktu setempat (18/3/2026).
Peringatan tersebut muncul setelah serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran, yang menurut media Israel dilakukan oleh Israel dengan persetujuan AS. Kedua negara tersebut tidak segera mengakui tanggung jawabnya.
“Serangan terhadap ladang South Pars di Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas, dan setiap eskalasi serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi akan terus menaikkan harga,” kata analis SEB, Ole Hvalbye.
Perang ini telah menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menangani 20 persen pasokan minyak dan LNG global.
Total pemotongan produksi minyak di Timur Tengah diperkirakan mencapai 7 juta hingga 10 juta barel per hari atau 7 persen hingga 10 persen dari permintaan global.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan selama 60 hari terhadap Undang-Undang Jones Act, yang secara sementara mengizinkan kapal berbendera asing untuk mengangkut bahan bakar, pupuk, dan barang-barang lainnya antar pelabuhan di AS.