Cuaca dingin ekstrem di wilayah utara AS juga mengganggu pasokan. Otoritas Pipa Dakota Utara pada Selasa melaporkan produksi minyak di negara bagian tersebut turun hingga 150.000 barel per hari akibat suhu beku.
Selain itu, laporan Bloomberg menyebut OPEC+ tengah mempertimbangkan kembali rencana untuk mengembalikan 2,2 juta barel per hari pemangkasan produksi secara bertahap selama 18 bulan, dengan tambahan 122.000 barel per hari mulai April.
Namun, Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Selasa menegaskan bahwa jadwal tersebut belum mengalami perubahan.
Bloomberg juga melaporkan bahwa kelompok negara G7 sedang mempertimbangkan untuk memperketat batas harga ekspor minyak Rusia yang saat ini ditetapkan di USD 60 per barel.
“Harga minyak mentah terus menguat di tengah spekulasi bahwa OPEC+ mungkin menunda peningkatan produksi, serta ketidakpastian pasokan minyak Rusia akibat potensi pengetatan batas harga oleh G7,” kata Saxo Bank.