Namun, konflik masih berada dalam kebuntuan dan pasokan energi dari kawasan tersebut tetap berkurang.
Analis PVM Oil Associates Tamas Varga menilai kebuntuan diplomatik membuat sekitar 10-13 juta barel minyak per hari gagal masuk ke pasar internasional, sehingga memperparah ketatnya neraca minyak global. Ia menegaskan, kondisi ini membuat arah harga minyak cenderung terus naik.
Dalam 24 jam terakhir, setidaknya tujuh kapal, sebagian besar kapal kargo curah, melintasi Selat Hormuz, sejalan dengan aktivitas yang masih terbatas dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata 140 pelayaran harian sebelum perang Iran pada 28 Februari, saat sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut.
Selain itu, enam kapal tanker bermuatan minyak Iran terpaksa kembali ke negaranya akibat blokade AS dalam beberapa hari terakhir.