IDXChannel - Kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz disambut dengan kehati-hatian oleh banyak perusahaan kapal.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (15/6/2026), mereka membutuhkan informasi yang lebih rinci untuk dapat menilai apakah selat itu sudah aman untuk dilewati.
Sebagai jalur vital untuk perdagangan minyak dan gas global, Hormuz menjadi pusat konflik AS-Iran yang telah berlangsung sejak Februari.
Aktivitas pelayaran di selat itu lumpuh sejak perang pecah. Sejumlah upaya untuk membukanya kembali menemui kegagalan.
"Kami pernah mendapat sinyal positif beberapa kali sebelumnya," kata CEO Caraval Group Angad Banga.