"Saya pikir pada akhirnya yang terpenting adalah realisasinya," kata pemimpin salah satu raksasa pelayaran itu.
Perusahaan pelayaran besar Jepang, termasuk yang pertama menanggapi kesepakatan tersebut, memperingatkan bahwa navigasi yang aman hanya akan mungkin dilakukan setelah detail perjanjian diselesaikan.
Mitsui OSK Lines mengatakan koordinasi yang erat dengan pemerintah dan perusahaan asuransi akan sangat penting sebelum perusahaan itu dapat mengirim kapal melalui selat itu lagi, sementara Nippon Yusen KK mengatakan normalisasi lalu lintas bergantung pada apa yang diuraikan dalam perjanjian tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)