Sementara itu, sejumlah sumber melaporkan serangan rudal terhadap kapal kontainer di lepas pantai Pakistan yang diduga merupakan bagian dari serangan AS.
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menyatakan sejumlah produsen minyak di Timur Tengah diperkirakan kesulitan memulihkan produksi ke level sebelum konflik hingga akhir 2027.
Kondisi tersebut tetap mungkin terjadi meskipun pola perdagangan kembali normal pada awal tahun depan.
Di Libya, kekerasan kembali terjadi di kota strategis Zawiya dan mengganggu aktivitas industri minyak.
Perusahaan minyak negara National Oil Corporation (NOC) mengatakan dapat menetapkan status force majeure jika serangan drone terhadap aset energi di kota tersebut terus berlanjut. Libya merupakan anggota OPEC.