Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, Teheran akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya, serta melancarkan serangan jika AS gagal sepenuhnya menjalankan kesepakatan perdamaian sementara dalam beberapa pekan.
Meski demikian, harga minyak diperkirakan tidak naik secara signifikan kecuali arus minyak mentah melalui Selat Hormuz pada malam hari terhenti dan/atau Selat Bab el-Mandeb ditutup, menurut Bjarne Schieldrop dari SEB Research.
"Untuk saat ini, harga bergerak di sekitar USD90 karena trader menimbang risiko gangguan dan kelangkaan pasokan yang lebih dalam dengan kemungkinan tercapainya penyelesaian, yang memungkinkan Selat Hormuz kembali dibuka dan harga minyak turun tajam," kata Schieldrop, dikutip Reuters.
Dalam wawancara dengan Fox News, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Trump memiliki ruang yang cukup untuk menunggu Iran tertekan oleh sanksi ekonomi dan embargo minyak.
"Saya rasa dia memiliki ruang tersebut. Presiden memainkan strategi jangka panjang," ujar Wright.