"Iran tidak dapat mengekspor minyak saat ini. Itu bagian dari upaya kami untuk menekan perekonomian mereka. Namun, dunia tidak membutuhkan minyak Iran," katanya.
Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan kenaikan harga minyak sejalan dengan meningkatnya ketegangan politik.
"Ketika retorika memanas, harga juga ikut naik," kata Flynn, seraya menambahkan, ketidakpastian terkait kapal yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkatkan kekhawatiran di pasar.
Kedua kontrak minyak tersebut telah naik lebih dari 5 persen pada pekan lalu setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Company di Selat Hormuz dan kilang Saudi Aramco.
Pada akhir pekan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran belum memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS.