IDXChannel - Harga minyak melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (11/5/2026), perkembangan situasi ini membuat prospek dibukanya kembali Selat Hormuz semakin buram.
Harga minyak mentah Brent naik hingga 4,2 persen menjadi USD105,54 per barel, sementara West Texas Intermediate naik melampaui USD99.
Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengatakan bahwa respons Iran tersebut sama sekali tidak dapat diterima.
"Saya sudah membaca respons dari yang bisa dianggap sebagai perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya," kata Trump di Truth Social.
Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz lumpuh sejak awal perang pada akhir Februari. Hal tersebut menghambat pasokan minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar global.
“Optimisme atas kesepakatan yang akan segera terjadi antara AS dan Iran telah memudar, mendorong harga minyak mentah lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Komoditas ING Group NV Warren Patterson.
“Kekhawatiran kemungkinan akan meningkat kembali terkait potensi eskalasi, yang membuka peluang kenaikan harga lebih lanjut," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)