sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Rata-rata Diproyeksi USD65 di 2026, Tertekan Pasokan yang Berlebih

Market news editor Febrina Ratna Iskana
11/01/2026 22:20 WIB
Harga minyak kemungkinan akan turun lebih lanjut pada 2026 dipengaruhi pertumbuhan pasokan yang kembali melampaui permintaan.
Harga Minyak Rata-rata Diproyeksi USD65 di 2026, Tertekan Pasokan yang Berlebih. (Foto: iNews Media Group)
Harga Minyak Rata-rata Diproyeksi USD65 di 2026, Tertekan Pasokan yang Berlebih. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Harga minyak kemungkinan akan turun lebih lanjut pada 2026 sebelum akhirnya bergerak stabil. Hal itu dipengaruhi pertumbuhan pasokan yang kembali melampaui permintaan, meskipun penurunan mungkin lebih dangkal daripada yang diperkirakan pasar.

Analis di Bernstein memperkirakan harga minyak mentah Brent rata-rata USD65 per barel pada 2026, turun dari sekitar USD69 pada 2025 tetapi masih di atas konsensus USD61, seperti dikutip dari Investing pada Minggu (11/1/2026).

Mereka melihat seepanjang 2026 sebagai titik terendah siklus, dengan harga pulih menuju USD70 pada 2027, mendekati tingkat biaya marginal.

Pembelian oleh China untuk cadangan minyak strategisnya mungkin akan menyerap sebagian kelebihan pasokan, tetapi tidak cukup untuk mencegah penumpukan stok. Risiko penurunan diperkirakan paling tinggi pada awal 2026, dengan kondisi pasar membaik pada paruh kedua.

Bernstein memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global sekitar 0,8 juta barel per hari tahun depan, tertinggal dari pertumbuhan pasokan non-OPEC sebesar 1,2 juta barel per hari.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement