sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Stabil, Pelaku Pasar Nantikan Arah Perkembangan Konflik AS-Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
16/04/2026 07:05 WIB
Gangguan pasokan menahan dampak pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran berpotensi segera berakhir.
Harga Minyak Stabil, Pelaku Pasar Nantikan Arah Perkembangan Konflik AS-Iran. (Foto: Freepik)
Harga Minyak Stabil, Pelaku Pasar Nantikan Arah Perkembangan Konflik AS-Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak cenderung stabil pada Rabu (15/4/2026), seiring kekhawatiran berlanjut atas gangguan pasokan menahan dampak pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran berpotensi segera berakhir.

Sumber yang mendapat pengarahan dari Teheran mengatakan Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan.

Langkah ini menjadi bagian dari proposal dalam negosiasi dengan AS, dengan syarat tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik kembali pecah.

Minyak Brent naik tipis 0,1 persen menjadi ditutup di USD94,93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS terapresiasi 1 sen ke USD91,29 per barel.

45 lima hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, yang secara efektif menghambat sekitar 20 persen pengiriman minyak dan LNG global, arus pelayaran masih jauh di bawah normal, hanya sebagian kecil dari lebih dari 130 pelayaran harian sebelum perang, menurut sumber Reuters.

Analis minyak senior Kpler Johannes Rauball menyebutkan, total kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah mencapai 496 juta barel hingga saat ini.

AS juga menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, yang menurut militer AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan laut negara tersebut.

Analis dari firma konsultan energi Gelber & Associates mengatakan, data pelacakan terbaru menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat, meski secara keseluruhan masih jauh di bawah level normal.

“Pasar tidak lagi memperhitungkan skenario gangguan total, tetapi masih menyimpan premi risiko karena pemulihan arus pasokan berlangsung tidak merata,” ujar mereka.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah tidak akan memperpanjang pengecualian yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi AS.

Salah satu faktor yang sempat menopang harga minyak AS adalah laporan mengejutkan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan perusahaan energi menarik 0,9 juta barel minyak dari persediaan pada pekan yang berakhir 10 April.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan kenaikan 0,15 juta barel, serta laporan American Petroleum Institute (API) sehari sebelumnya yang mencatat lonjakan stok sebesar 6,1 juta barel. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement