Tekanan terhadap harga minyak muncul di tengah kabar upaya diplomatik untuk meredakan konflik AS-Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance berupaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan mengirim surat kepada Mohsen Rezaei, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS dan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan tersebut.
"Harga minyak berada di bawah tekanan hari ini [Kamis] di tengah upaya diplomatik yang kembali dilakukan untuk meredakan konflik di Timur Tengah," kata Analis UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip Reuters.
Mediator dari Qatar juga telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang, menurut seorang pejabat yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
Namun, seorang pejabat senior Iran menilai rancangan itu tidak dapat diterima karena hanya berisi gagasan dan belum dapat disebut sebagai tawaran.