IDXChannel - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berpotensi menghadapi tekanan profitabilitas menyusul kebijakan pemerintah memangkas alokasi ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day) untuk memprioritaskan kebutuhan domestik.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (29/10/2026) menilai, kebijakan tersebut berpotensi menekan pendapatan dan margin kedua emiten, terutama karena harga ekspor gas secara historis lebih tinggi dibandingkan harga jual di pasar domestik.
Bagi MEDC, harga ekspor gas yang berkisar USD9-12 per MMBtu lebih tinggi dibandingkan harga domestik sebesar USD6-7,5 per MMBtu.
Perbedaan harga tersebut berpotensi menekan EBITDA segmen minyak dan gas (migas) sekitar 10-15 persen, terutama pada Blok Corridor dan South Natuna Sea Block B.
“Meski demikian, dampaknya dapat teredam oleh struktur kontrak gross split baru di Blok Corridor dan peningkatan porsi penjualan domestik yang telah direncanakan,” tulis Phintraco.