Pengiriman Minyak Melalui Selat Hormuz Terhenti
Perang hampir sepenuhnya menghentikan pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan LNG dan minyak mentah dunia.
Badan Energi Internasional (IEA) menyebut kondisi ini sebagai gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.
Akibatnya, terjadi kehilangan sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari atau setara sekitar 500 juta barel sejak perang dimulai pada 28 Februari, setara lima hari penuh pasokan global.
Gedung Putih menyatakan pemerintah AS memantau secara ketat upaya mengamankan jalur tanker melalui Selat Hormuz.
India untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun membeli kargo gas petroleum cair (LPG) dari Iran setelah AS sementara mencabut sanksi terhadap minyak dan bahan bakar olahan Teheran, menurut sejumlah sumber.