Negosiasi tersebut tetap berjalan meskipun Teheran telah menolak usulan Oman mengenai pengelolaan bersama jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam laporannya, Gelber & Associates menilai premi risiko geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.
"Premi risiko geopolitik (tetap) bertahan kuat di sekitar titik-titik sempit jalur pelayaran seperti Selat Hormuz. Pasokan domestik juga memperkuat kenaikan ini, dengan persediaan minyak mentah AS turun ke level terendah dalam beberapa tahun," tulis Gelber & Associates.
Pernyataan tersebut merujuk pada data Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS pada pekan lalu turun ke level terendah sejak 2018. (Aldo Fernando)