Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni yang berakhir pada Selasa terkoreksi 0,82 persen menjadi USD107,77 per barel. Kontrak WTI Juli yang lebih aktif ditutup tergelincir USD104,15 per barel.
Meski melemah pada perdagangan Selasa, harga minyak tetap berada di level tinggi. Pada Senin, Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei, sementara WTI mencapai level tertinggi sejak 30 April.
“Kami masih melihat sejumlah besar pasokan minyak yang terhenti, dan dengan infrastruktur regional yang berada dalam risiko, kami hanya bisa menunggu apakah akan ada kesepakatan atau gelombang aksi militer berikutnya. Jadi ini merupakan skenario yang sangat biner,” ujar Partner di Again Capital, John Kilduff.
Konflik di Timur Tengah disebut telah secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap hari, sehingga menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar di dunia, menurut International Energy Agency (IEA).
Proposal perdamaian terbaru Teheran kepada AS mencakup penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah yang dekat dengan Iran, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang, menurut laporan media pemerintah pada Selasa.