Harga minyak bergerak volatil dalam beberapa sesi terakhir akibat sinyal yang saling bertolak belakang mengenai peluang berakhirnya perang Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz.
Lalu lintas melalui jalur pelayaran strategis itu masih jauh di bawah level sebelum perang.
Empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters, kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata di Timur Tengah selama 60 hari telah tercapai. Media Axios pertama kali melaporkan kabar itu pada Kamis.
Namun, sumber Reuters menyebut kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan Presiden AS Donald Trump. Sementara itu, kantor berita Tasnim Iran melaporkan, draf nota kesepahaman potensial dengan AS belum difinalisasi maupun dikonfirmasi.
Pada awal perdagangan, harga Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 2 persen setelah Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan AS ke kota pelabuhan Bandar Abbas.