Irak, produsen minyak terbesar kedua di OPEC, memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan dan tidak adanya jalur ekspor, kata para pejabat kepada Reuters.
Mereka menyebutkan Irak mungkin harus menghentikan hampir 3 juta barel per hari produksi dalam beberapa hari ke depan jika ekspor tidak kembali berjalan. Lalu lintas melalui Selat Hormuz juga masih efektif tertutup.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut jika diperlukan.
Ia juga memerintahkan U.S. International Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan bagi perdagangan maritim di Teluk.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Pentagon dan Departemen Energi AS tengah menyusun rencana untuk mengamankan Selat Hormuz guna menjamin keselamatan kapal tanker minyak di tengah perang melawan Iran.