AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Harga Nikel Meroket, Saham Emiten Energi Ikut Melonjak hingga Cetak Rekor

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Sabtu, 22 Januari 2022 18:04 WIB
Sejumlah emiten berbasis nikel mencatatkan rekor kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ini terjadi akibat harga nikel di seluruh dunia hingga USD24.000.
Harga Nikel Meroket, Saham Emiten Energi Ikut Melonjak hingga Cetak Rekor. (Foto: MNC Media)
Harga Nikel Meroket, Saham Emiten Energi Ikut Melonjak hingga Cetak Rekor. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah emiten berbasis nikel mencatatkan rekor kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ini terjadi akibat harga nikel di seluruh dunia mengalami kenaikan hingga level USD24.000 per ton.

Adapun saham emiten nikel BUMN, Aneka Tambang (ANTM) memimpin kenaikan, yakni sebesar 12,17% ke Rp1.945 per saham. Sedangkan saham Vale Indonesia (INCO), naik 2,25%, ke Rp5.000 per saham.

VP Strategic Business Acquisition RHB Sekuritas Indonesia, Berlian Juveny mengatakan, ANTM dan INCO memang sudah mendapat indikasi teknikal rebound.

"Yang lebih solid memang ada di saham INCO itu sendiri karena memang secara fundamental ini cukup solid, tetapi kalau dari upside kita dari RHB menargetkan untuk ANTM di harga Rp4.300," ujarnya.

Untuk ANTM sendiri, menurut Berlian, ada peluang penguatan lagi. Hal itu karena secara fundamental dan harga komoditi sendiri masih melanjutkan tren yang solid dari tahun sebelumnya.

Pencapaian harga nikel didorong oleh pasokan yang makin ketat sementara permintaan jelang imlek terus membludak. Hal ini menyebabkan persediaan di pasar menjadi langka sehingga harga nikel terus melambung.

Maka itu, Presiden Jokowi yang melakukan pelarangan ekspor bijih nikel mentah, namun bukan berarti Indonesia tertutup dengan negara lain.

Jokowi juga sudah menyampaikan terkait hal tersebut saat pertemuan dengan negara-negara G20 bulan lalu. Jika ada pihak yang membutuhkan nikel dari Indonesia, untuk juga bisa membangun produksinya di Indonesia.

Uni Eropa sendiri menggugat Indonesia ke WTO lantaran menyetop ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah (raw material). Tujuannya untuk mengembangkan hilirisasi nikel menjadi industri baterai kendaraan listrik.

Gugatan WTO sendiri berawal saat pemerintah melarang ekspor nikel mentah sejak awal 2020 lalu. Langkah pemerintah ini mendapat gugatan dari Uni Eropa di WTO karena dianggap melanggar Article XI GATT tentang komitmen untuk tidak menghambat perdagangan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD