Sementara itu, produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 73.871 ton. Margin meningkat secara tahunan, didukung oleh biaya yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.
MBMA melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) pada Oktober 2025 setelah memperoleh perjanjian offtake yang ekonomis, dengan total produksi 19.998 ton sepanjang 2025.
Meskipun volume produksi lebih rendah secara tahunan, peningkatan efisiensi biaya menghasilkan pemulihan margin yang signifikan pada 2025.
Selanjutnya, PT ESG New Energy Material (ESG) memproduksi 7.177 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal IV-2025, didukung oleh dimulainya operasi Feed Preparation Plant serta pipa slurry dari tambang SCM.
Lalu PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) yang mengoperasikan proyek HPAL MBMA dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun (tpa) MHP, telah mencapai 83 persen penyelesaian, dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada paruh kedua 2026.