IDXChannel - Rencana Indonesia membatasi produksi nikel untuk mengatasi persoalan kelebihan pasokan berpotensi menopang harga.
Menurut laporan S&P Global Ratings, dikutip Dow Jones Newswires, Kamis (22/1/2026), logam industri tersebut secara umum bergerak naik seiring logam lainnya, di tengah tanda-tanda pengetatan pasokan.
Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terakhir menguat 0,1 persen ke level USD18.020 per metrik ton. S&P menilai, setiap pengurangan pasokan dalam skala besar kemungkinan akan memengaruhi harga pasar.
Namun demikian, efektivitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada besaran dan durasi intervensi tersebut. S&P menambahkan, perbaikan harga yang berkelanjutan juga membutuhkan peningkatan permintaan nikel.
Rencana pemangkasan produksi ini sekaligus menegaskan risiko regulasi yang dihadapi para produsen yang beroperasi di Indonesia.