IDXChannel - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) kembali mengumumkan rencana buyback dengan nilai maksimal Rp300 miliar.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja perseroan. Buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 September hingga 2 Desember 2026.
Perseroan akan melakukan pembelian saham pada harga yang dinilai baik dan wajar dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026), saham BBHI berada di level Rp900 per saham, menguat 2,68 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah saham BBHI terkoreksi 2,78 persen pada perdagangan sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan saham BBHI dalam beberapa bulan terakhir cenderung fluktuatif dan melemah. Dalam tiga bulan terakhir, saham BBHI tercatat turun 9,55 persen, sedangkan secara year to date (ytd) anjlok 39,60 persen.
Perseroan menyatakan, pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, likuiditas, maupun pertumbuhan bisnis.
Manajemen menilai, kondisi keuangan perseroan saat ini cukup kuat, dengan modal kerja dan kas yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha, pengembangan bisnis, operasional, serta pelaksanaan pembelian kembali saham.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (2/9/2026).
Setelah dibeli kembali, saham tersebut akan disimpan sebagai saham treasury untuk jangka waktu sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.
(DESI ANGRIANI)