Yang menjadi menarik, adalah dengan berkembangnya spekulasi di kalangan pelaku pasar di tengah persiapan rights issu oleh Perseroan, di mana salah satu taipan nasional, Happy Hapsoro, yang semula dikabarkan telah hengkang dalam daftar kepemilikan saham PADI, rupanya diketahui masih bertahan melalui PT Sentosa Bersama Mitra (PT SBM), yang notabene merupakan entitas bisnis di bawah kendali suami dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, tersebut.
Fakta ini oleh sebagian pelaku pasar dinilai sebagai sinyal positif bagi prospek bisnis PADI ke depan, dengan asumsi bahwa Happy Hapsoro melalui PT SBM bakal menjadi pembeli siaga (standby buyer) atas pelaksanaan rights issue Perseroan.
"Kami sangat serius dengan rencana aksi korporasi ini. Dengan adanya rights issue, kami sangat optimistis bahwa ke depan PADI akan 'lahir kembali' di 2026 dengan fondasi bisnis yang jauh lebih kokoh," ujar Martha.
Melalui pelaksanaan rights issue kali ini, menurut Martha, pihaknya yakin bakal menjadi langkah strategis dalam menciptakan titik balik bagi kinerja PADI, dengan memperkuat struktur permodalan dan modal kerja Perseroan secara keseluruhan.
Bagi Martha, kombinasi antara perbaikan kinerja fundamental yang telah mencatatkan laba bersih serta tingginya partisipasi publik menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Perseroan, jelang pelaksanaan rights issue.