AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Harga Sawit Naik, CSRA Raup Laba Bersih Rp103,41 Miliar

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 24 Mei 2022 17:31 WIB
PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) berhasil meraih pendapatan bersih sebesar Rp254,89 miliar pada kuartal I-2022.
Harga Sawit Naik, CSRA Raup Laba Bersih Rp103,41 Miliar (FOTO: MNC Media)
Harga Sawit Naik, CSRA Raup Laba Bersih Rp103,41 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp254,89 miliar pada kuartal I-2022. Realisasi itu meningkat 44,84 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp175,97 miliar.

"Pencapaian kinerja tersebut terutama disebabkan oleh tingginya harga penjualan rata-rata selama 1Q22," kata manajemen CSRA di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/5/2022).

Penjualan tandan buah segar (TBS) meningkat sekaligus menopang pemasukan perseroan sebesar Rp123,62 miliar, disusul penjualan minyak sawit Rp110,41, dan inti sawit Rp20,85 miliar.

Manajemen CSRA menambahkan kenaikan penjualan dipicu oleh meningkatnya rata-rata harga jual (ASP) minyak sawit mentah (CPO), Kernel, dan TBS. Lebih jauh, kontrol terhadap beban biaya memberi berkah bagi pemasukan.

"ASP CPO meningkat sekitar 53,9 perse YoY sedangkan harga jual Kernel meningkat 79,8 perse dan TBS meningkat 63,1 perse dibandingkan periode yang sama tahun lalu," lanjut perseroan.

Menurut laporan keuangan, beban pokok penjualan CSRA menyusut menjadi Rp82,40 miliar per Maret 2022, dari periode sama tahun 2021 sebanyak Rp90,60 miliar.

Setelah perhitungan pajak, laba bersih CSRA tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp103,41 miliar, atau melejit 149,89 perse dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp41,38 miliar.

Kinerja itu membuat laba tahun berjalan per saham dasar perseroan tumbuh dari semula Rp20, menjadi Rp50.

Hingga Maret 2022, perseroan membukukan total aset senilai Rp1,77 triliun, atau lebih tinggi 1,08 perse dari posisi aset akhir 2021 sebanyak Rp1,75 triliun. Liabilitas atau utang CSRA menyusut menjadi Rp887,56 miliar, sedangkan ekuitas berkembang mencapai Rp884,70 miliar.

"Net Debt/Equity selama 1Q22 berada pada level 0,67x, lebih rendah dari level 2021 di 0,78x," tutup CSRA. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD