IDXChannel - Harga tembaga turun ke level terendah dalam sepekan pada Kamis (28/5/2026), setelah ketegangan terbaru di Timur Tengah mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,1 persen menjadi USD13.514,50 per metrik ton pada pukul 10.00 WIB, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 21 Mei di awal perdagangan.
Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 1,1 persen menjadi 103.830 yuan sekaligus menjadi level terendah sejak 20 Mei.
Melansir dari Reuters, militer AS melancarkan serangan baru yang menargetkan operasi drone Iran yang dinilai mengancam pasukan AS serta jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, menurut seorang pejabat AS.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan Iran mengenai kesepakatan pemulihan lalu lintas di jalur strategis tersebut.
Indeks dolar AS naik mendekati level tertinggi dalam hampir sepekan, sehingga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Dolar yang menguat dan kebuntuan di Hormuz yang memicu serangan AS jelas tidak membantu sentimen pasar,” kata trader logam independen Tai Wong.
Ia menambahkan, harga logam dasar diperkirakan bergerak sideways hingga ada perkembangan yang lebih permanen terkait situasi di Hormuz.
Harga minyak mentah juga naik setelah aksi militer AS tersebut. Kenaikan harga energi memperburuk prospek logam karena risiko guncangan energi dapat menekan pertumbuhan ekonomi global dan aktivitas manufaktur.
Di sisi lain, persediaan tembaga yang tersedia di gudang terdaftar LME terus menyusut, sementara stok tembaga di COMEX masih mencatat tambahan pasokan.
Untuk logam lainnya di LME, harga aluminium tiga bulan turun 0,5 persen menjadi USD3.619 per ton, level terendah sejak 21 Mei.
Tekanan tambahan datang dari kontrak alumina September di Shanghai Futures Exchange yang turun 0,4 persen, setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam sebulan.
Logam lain di LME juga bergerak melemah. Seng turun 0,2 persen, timbal turun 0,4 persen, nikel melemah 0,8 persen, dan timah turun tipis 0,1 persen.
Harga seng berada di level terendah dalam lebih dari dua pekan, sementara timbal menyentuh level terendah dalam sepekan.
Di SHFE, aluminium turun 1,1 persen, seng melemah 0,7 persen, timbal turun 1 persen, nikel terkoreksi 1,1 persen, dan timah turun 1,1 persen. (Aldo Fernando)