Dalam tiga bulan terakhir, Harum Energy belum mengeksekusi rencana buyback saham tersebut. Jumlah saham treasuri sepanjang Oktober-November 2025 tidak berbauh di level 369,5 juta saham atau 2,73 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Dalam buyback kali ini, perseroan menargetkan bisa memborong sebanyak-banyaknya 328,16 juta saham atau 2,43 persen. Dengan asumsi dana buyback yang akan dialokasikan, harga buyback maksimal Rp1.080 per saham.
Pada penutupan perdagangan Jumat, harga saham HRUM naik 1,9 persen ke level Rp1.095. Dalam tiga bulan terakhir, harga sahamnya turun 11,7 persen.
(Rahmat Fiansyah)