IDXChannel - Allianz Global Investors Indonesia (AllianzGI Indonesia) baru saja merilis pandangannya terhadap prospek pasar global dan juga Indonesia menuju 2027.
Salah satunya terkait perkembangan kebijakan moneter, tren inflasi, dinamika geopolitik, dan pergeseran arus modal global yang diperkirakan bakal menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar di 2027 mendatang.
"Di tengah kondisi tersebut, kami menilai bahwa investor perlu tetap berfokus pada fundamental ekonomi dan pasar, menjaga diversifikasi portofolio, serta menerapkan pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas dan menangkap peluang investasi yang muncul," ujar Chief Economist Allianz Global Investors, Christian Schulz, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sementara, terkait prospek pasar Indonesia secara khusus, AllianzGI Indonesia mengakui bahwa sentimen terkait manuver Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih akan memberi pengaruh cukup besar dalam proyeksi dinamika pasar modal nasional ke depan.
Manuver yang dimaksud merujuk pada kebijakan MSCI yang mengusulkan pergeseran klasifikasi pasar Indonesia, dari semula berstatus emerging market menjadi standalone market.
Dalam hal ini, AllianzGI Indonesia mengaku menghormati positioning MSCI sebagai salah satu lembaga penyedia indeks yang banyak dijadikan sebagai referensi dan tolok ukur bagi para investor global untuk dapat menyusun strategi investasinya ke depan.
"Kita memang harus akui bahwa di luar posisinya sebagai (lembaga) penyedia indeks, namun di belakang mereka ada banyak investor besar, lembaga hedge fund, wealth management dengan dana jumbo, yang menjadi indeks mereka tolok ukur strategi penempatan dananya," ujar Presiden Direktur & Head of Indonesia AllianzGI Indonesia, Adi Saugi, dalam kesempatan yang sama.
Namun demikian, Adi memastikan bahwa sudut pandang AllianzGI Indonesia terkait penilaian terhadap pasar Indonesia, cukup berbeda dengan poin of view dari pihak MSCI. Alih-alih sepakat atas penilaian MSCI terkait kelayakan pasar Indonesia untuk masuk dalam klasifikasi standalon market, AllianzGI Indonesia justru menyoroti posisi pasar Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pasar Asia Tenggara.
Ditambah lagi, soal peluang investasi di Indonesia, yang notabene memiliki deretan sektor industri yang demikian variatif, yang relatif tidak dimiliki oleh negara-negara lain.
"Kita bisa lihat, bila Singapura kuat di perbankan, lalu Malaysia lebih ke oil and gas. Nah kita, hampir semua (sektor) bisnis tersedia, mulai dari energi, sawit, batu bara, sampai juga industri kesehatan, macam-macam, semua ada," ujar Adi.
Karenanya, Adi pun menyatakan bahwa AllianzGI Indonesia berbeda sudut pandang dengan MSCI dalam melihat potensi pasar saham Tanah Air ke depan, dengan lebih meyakini bahwa Indonesia lebih layak untuk tetap berada di level emerging market.
"Bagi kami pasar Indonesia masih sangat layak (masuk emerging market), meski memang masing-masing (lembaga) punya penilaian, pertimbangan dan tolok ukur masing-masing. Dan soal (standalone market) itu kan masih potensi, dan baru akan diputus pada Juni 2027 mendatang. Jadi sangat mungkin juga terjadi perubahan (terhadap sudut pandang MSCI), karena pasar kan memang sangat dinamis," ujar Adi.
(taufan sukma)