Untuk INCO, BRI Danareksa memasang target harga Rp8.000 per unit. Prospek emiten ini ditopang monetisasi cadangan bijih nikel serta kontribusi awal proyek High Pressure Acid Leach (HPAL).
Meski demikian, penurunan harga nikel global masih menjadi risiko yang perlu dicermati. Saham INCO diperdagangkan pada valuasi 15 kali P/E FY2027.
Sementara itu, TINS direkomendasikan dengan target harga Rp4.800 per unit. BRI Danareksa memperkirakan laba perusahaan memasuki fase akselerasi seiring pemulihan produksi timah.
Risikonya berasal dari potensi keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan normalisasi harga timah. Valuasi saham TINS berada di kisaran 11 kali P/E FY2026.
Di sektor tembaga dan emas, AMMN menjadi pilihan dengan target harga Rp6.000 per unit.