Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai pemulihan IHSG belum sepenuhnya terkonfirmasi. Indeks memang telah kembali bergerak di atas area Fibonacci 50 persen pada level 5.857, tetapi masih tertahan di bawah area resistance 6.130.
"Selama bertahan di atas 5.730-5.850, peluang rebound menuju 6.130 tetap terbuka," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam Technical Update, Kamis (25/6/2026).
Indikator momentum juga mulai menunjukkan perbaikan. Pergerakan MACD masih berada di area positif, yang mengindikasikan momentum pemulihan mulai terbentuk.
Meski demikian, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor untuk melihat apakah penguatan IHSG dapat berlanjut.
BRI Danareksa Sekuritas menilai perbaikan nilai tukar rupiah, aliran dana asing (foreign flow), peningkatan nilai transaksi, serta kemampuan IHSG bertahan di atas area support menjadi indikator penting.