sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Bangkit Lebih dari 2 Persen, Rebound Sesaat atau Berlanjut?

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/06/2026 11:41 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit pada Kamis (25/6/2026) setelah terkoreksi tajam sehari sebelumnya akibat sentimen hasil MSCI.
IHSG Bangkit Lebih dari 2 Persen, Rebound Sesaat atau Berlanjut? (Foto: MNC Media)
IHSG Bangkit Lebih dari 2 Persen, Rebound Sesaat atau Berlanjut? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit pada Kamis (25/6/2026) setelah terkoreksi tajam sehari sebelumnya akibat sentimen hasil MSCI Market Classification Review.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 2,38 persen ke level 6.023,64 pada pukul 11.27 WIB, setelah sehari sebelumnya melemah tajam 3,56 persen ke posisi 5.883,9.

Nilai transaksi mencapai Rp6,74 triliun dan volume perdagangan 10,87 miliar saham.

Sebanyak 520 saham menguat, 171 melemah, dan 268 sisanya stagnan.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penguatan tersebut didorong oleh aksi beli teknikal (technical buying) setelah tekanan jual akibat hasil evaluasi MSCI.

Meski Indonesia tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market), investor masih menunggu implementasi reformasi pasar yang akan kembali dievaluasi pada November 2026.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai pemulihan IHSG belum sepenuhnya terkonfirmasi. Indeks memang telah kembali bergerak di atas area Fibonacci 50 persen pada level 5.857, tetapi masih tertahan di bawah area resistance 6.130.

"Selama bertahan di atas 5.730-5.850, peluang rebound menuju 6.130 tetap terbuka," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam Technical Update, Kamis (25/6/2026).

Indikator momentum juga mulai menunjukkan perbaikan. Pergerakan MACD masih berada di area positif, yang mengindikasikan momentum pemulihan mulai terbentuk.

Meski demikian, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor untuk melihat apakah penguatan IHSG dapat berlanjut.

BRI Danareksa Sekuritas menilai perbaikan nilai tukar rupiah, aliran dana asing (foreign flow), peningkatan nilai transaksi, serta kemampuan IHSG bertahan di atas area support menjadi indikator penting.

Dari eksternal, pasar masih menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan data tenaga kerja, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Sementara itu, penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan IHSG.

Karena itu, kenaikan indeks pada perdagangan hari ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

Jika faktor pendukung mulai menguat, BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang technical rebound berkembang menjadi pemulihan yang lebih kuat.

Namun, tanpa dukungan arus dana dan perbaikan sentimen, kenaikan IHSG berisiko hanya menjadi pantulan sementara setelah koreksi tajam. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement