"Pengumuman ini memberikan tone yang lebih baik daripada pengumuman Januari lampau," ujar Michael kepada IDXChannel.com, Rabu (24/6).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa MSCI masih memberikan peringatan terkait implementasi reformasi pasar yang tengah dilakukan oleh otoritas bursa.
Menurut dia, apabila perbaikan tersebut belum menunjukkan hasil yang memadai hingga November, Indonesia masih berisiko masuk dalam daftar pemantauan untuk penurunan status.
"Perlu dicatat bahwa masih ada peringatan dari MSCI bahwa jika implementasi reformasi yang dilakukan bursa tidak membaik hingga November, maka kita masih berpotensi akan dimasukkan ke dalam list Frontier Market," katanya.
Michael memperkirakan pergerakan pasar saham dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi tekanan volatilitas. Hal ini lantaran sebagian investor sebelumnya berekspektasi Indonesia akan tetap mempertahankan status Emerging Market tanpa risiko penurunan kelas.