AALI
9750
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1355
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1435
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1305
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

IHSG Bergerak Positif Sepanjang September, Analis: Menguat 5,2 Persen!

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 07 Oktober 2021 15:47 WIB
Sepanjang September 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 2,2%, ke level 6.287 jika dibandingkan bulan Agustus.
IHSG Bergerak Positif Sepanjang September (ILustrasi)
IHSG Bergerak Positif Sepanjang September (ILustrasi)

IDXChannel – Sepanjang September 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 2,2%, ke level 6.287 jika dibandingkan bulan Agustus 2021 yang menguat 1,3%. Dimana level IHSG tertinggi dan terendah berada di rentang 6.287 - 5.983. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menyampaikan bahwa sepanjang awal tahun 2021, IHSG berhasil menguat hingga 5,2%.  Christina mengatakan bahwa beberapa indeks berhasil mencatatkan perfoma terbaik.

“Selama bulan September 2021, dari 11 indeks sektoral, 9 sektor menguat dan 2 sektor melemah. Beberapa saham penggerak antara lain BBCA naik +7%, TLKM naik +9%, UNTR naik +30%, TPIA justru turun hingga -8%, dan EMTK juga turun -20%,” ungkapnya dalam Media Day Mirrae Asset Sekuritas, Kamis (7/10/2021).

IDX ENERGY, lanjutnya, juga berhasil mengungguli indeks sektoral lainnya dengan menguat hingga 32%, disusul IDX TRANS yang menguat13%. “Beberapa saham penggerak adalah saham BYAN (+99%), ADRO (+40%), PTBA (+31%), dan ASSA (+30%),” jelasnya.

Sedangkan, performa terburuk sepanjang September 2021 terjadi pada IDX TECHNO (-14%) menjadi indeks dengan penurunan terbesar. Beberapa saham penggeraknya adalah EMTK (-20%), DCII (-10%) dan BUKA (-9%).

“Optimisme pemulihan ekonomi Indonesia membuat para pelaku pasar menambah porsi kepemilikan di pasar saham. Selama bulan September, net buy asing mencapai Rp 8,8 triliun. Dari nilai ini, lebih dari setengahnya dialokasikan untuk pembelian BRI dan BCA. Saham BRI diburu pasca rampungnya right issue Perseroan, dimana Perseroan menjadi holding ultra mikro,” katanya.

Kemudian, saham UNTR diakumulasi asing seiring dengan terjaidnya lonjakan harga batu bara yang diperkirakan mendongkrak penjualan alat berat Perseroan. Sementara itu, penaikan harga CPO menjadi kabar kurang baik bagi UNVR karena akan meningkatkan biaya bahan baku.

“Di akhir September 2021, IHSG ditutup di level 6287. Proyeksi IHSG untuk bulan Oktiber 2021 akan bergerak menguat, dengan target IHSG berada di level 6394. IHSG akan menguji resistance di kisaran 6314. Sementara support di level 6202 hingga 6286,” tandasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD