Secara teknikal, posisi tersebut dapat diartikan sebagai area bottom atau titik dasar pergerakan IHSG. Namun, dia mengingatkan peluang rebound masih terbatas lantaran sentimen pasar belum sepenuhnya mendukung.
Lebih lanjut, tekanan pasar masih berpotensi berlanjut hingga akhir Mei seiring proses rebalancing indeks MSCI yang diperkirakan memicu aksi jual lebih besar dibandingkan potensi pembelian.
William menyebut hampir seluruh saham Indonesia terdampak pengeluaran dari indeks MSCI, kecuali AMRT yang hanya mengalami penurunan klasifikasi dari indeks global menjadi small caps.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan tekanan jual asing di pasar saham domestik. Meski demikian, posisi IHSG yang berada di area support teknikal utama masih membuka peluang technical rebound dalam jangka pendek.
Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati dinamika global, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga arus modal asing yang terus membayangi volatilitas pasar domestik.