AALI
9825
ABBA
290
ABDA
6525
ABMM
1380
ACES
1345
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3520
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
196
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1360
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
800
AKSI
805
ALDO
1345
ALKA
312
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.20
-0.47%
-2.36
IHSG
6610.36
-0.06%
-3.70
LQ45
940.97
-0.41%
-3.85
HSI
23985.05
-0.53%
-127.73
N225
27442.59
-2.88%
-814.66
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

IHSG di November Alami Penurunan Dalam 10 Tahun Terakhir

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 31 Oktober 2021 09:28 WIB
Berdasarkan catatan para analis, dalam 10 tahun terakhir pada bulan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan.
IHSG di November Alami Penurunan Dalam 10 Tahun Terakhir (FOTO: MNC Media)
IHSG di November Alami Penurunan Dalam 10 Tahun Terakhir (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Besok pasar saham akan memasuki bulan baru yakni November. Berdasarkan catatan para analis, dalam 10 tahun terakhir pada bulan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan.

Research Analyst Pacific Capital Investment Nengsih Limbong memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal masuk di area konsolidasi pada awal bulan November 2021 yang dimulai pekan depan.

Nengsih, dalam analisisnya, membaca IHSG telah mengalami penguatan signifikan sepanjang bulan Oktober 2021. Reli beberapa waktu terakhir membuat peluang pergerakan sideways kian terbuka.

"Pekan depan kami melihat IHSG masih akan cenderung terkonsolidasi karena beberapa pertimbangan, pertama pada Oktober IHS sudah cukup naik signifikan sebesar 4,8 persen," kata Nengsih, dikutip Minggu (31/10/2021).

Adapun data-data ekonomi diperkirakan juga bakal menjadi pemicu pergerakan IHSG pekan depan mengingat laporan tersebut menunjukkan ukuran level pemulihan ekonomi nasional.

"Kita lihat di pekan depan masih IHSG juga dipicu beberapa data ekonomi yang akan rilis seperti PMI, CPI, cadangan devisa, dan GDP. Data ekonomi tersebut akan menunjukkan tingkat pemulihan ekonomi nasional kita," lanjutnya.

November, bagi Nengsih, adalah bulan koreksi bagi IHSG ketika membaca data historis pergerakan indeks pada 10 tahun terakhir.

Adapun musim tersebut diproyeksikan bakal menjadi momentum masuknya investor di pasar modal.

"Dari 2010-2019, biasanya November itu tercatat mengalami koreksi, rata-rata sampai 1,13 persen, di mana 8 dari 10 tahun terakhir IHSG tercatat mengalami penurunan,"tuturnya.

Sentimen tapering Federal Reserve (The Fed) juga bakal menanti IHSG sejalan dengan pengumuman kepastiannya pada pertengahan November.

"Pekan depan juga ada rilis pertemuan The Fed mengenai tapering. Seperti kita ketahui Oktober kemarin The Fed menyatakan bakal mengumumkan tapering pada pertengahan November," pungkasnya.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,270 poin (1,03 persen) di level 6.591,346 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (29/10).

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD