IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi bergerak dengan kecenderungan beragam sepanjang perdagangan. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.700-6.830.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan bahwa terkonfirmasi tekanan jual yang kuat, IHSG melemah kembali dan signifikan dengan persentase pelemahan mencapai 1 persen.
“Secara teknikal, pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin mengkonfirmasi ulasan kami sebelumnya, bahwa IHSG yang menguat 2 hari sebelumnya hanyalah penutupan gap pada 6.830,” ujar William dalam risetnya, Kamis (20/2/2025).
Menurut William, pada hari berikutnya terjadi penguatan yang terbatas dan dimanfaatkan untuk profit taking oleh pelaku pasar yang mengincar momentum jangka pendek. Tren IHSG masih melemah.
Saham-saham yang menjadi laggards IHSG pada perdagangan hari sebelumnya adalah BMRI BBCA BBRI AMMN AMRT sedangkan saham-saham yang menjadi leaders adalah TPIA DCII BRMS STTP GOTO.
Secara analisis teknikal, IHSG melemah kembali setelah selesai penutupan gap pada 6.830. “Tren IHSG masih melemah sejauh ini,” tutur William.
Posisi Candlestick IHSG membentuk candlestick evening star, ini adalah bearish pattern yang mengarah pada pelemahan lanjutan.
Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal.
EMTK, buy, support 615, resistance 655.
Pengujian resistance pada 655, namun tren menguat disertai dengan daya beli yang tinggi sehingga berpotensi breakout.
MDKA, buy, support 1.730, resistance 1.930.
Pergerakan harga membentuk pola cup and handle dengan neckline pada 1.700 (pola telah terkonfirmasi).
ERAA, sell on strength, support 346, resistance 380.
Gagal menembus resistance terdekat sehingga berpotensi melemah kembali.
RAJA, sell on strength, support 3.650, resistance 4.000.
Membentuk resistance pada 4.000, dan pola doji pada perdagangan sebelumnya mengindikasikan jenuh beli.
(kunthi fahmar sandy)