AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Cek Saham Rekomendasi

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Rabu, 22 September 2021 07:51 WIB
Pergerakan indeks harga saham gabungan akan berada di kisaran 6.046-6.117.
Pergerakan indeks harga saham gabungan akan berada di kisaran 6.046-6.117. (Foto: MNC Media)
Pergerakan indeks harga saham gabungan akan berada di kisaran 6.046-6.117. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mencoba menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.046-6.117.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, meskipun melemah secara teknikal IHSG membentuk pola bullish counter attack candlestick yang memiliki shadow low yang cukup mengindikasikan potensi terjadinnya rebound jangka pendek.

"Pergerakan terlihat whipsaw pada lower bollinger bands. Indikator stochastic dan RSI masih cukup berat dengan tekanan bearish momentum dari area overbought. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi mencoba menguat terbatas pada support resistance 6.046-6.117," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (22/9/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ADRO, AGII, ANTM, ASRI, BBNI, BBRI, BSDE, CTRA, ESSA, HMSP, ICBP, INKP, JSMR, MNCN, SMCB, SMGR, SMRA, UNTR.

Sebelumnya, IHSG ditutup turun 15,56 poin atau 0,26 persen ke level 6.060 dengan pergerakan yang cenderung pada zona negatif selama jam perdagangan. Indeks sektor keuangan (-1.01%), Industrial (-0.84%) dan Kesehatan (-0.73%) menjadi yang tertekan sedangkan penguatan dari indeks sektor konsumsi non primer (+1.46%) dan Energy (+0.62%) belum mampu mendorong IHSG ke zona hijau.

Investor asing tercatat lakukan aksi jual bersih sebesar Rp232,24 miliar pada saham BBRI, BBCA dan EXCL yang menjadi top net sell value. Investor terlihat berhati-hati menyikapi gejolak yang terjadi di Tiongkok dan aksi tunggu keputusan the Fed pekan ini.

Leader:
MASA, TPIA, CPIN, ICBP, EMTK

Laggard:
BBCA, ARTO, ASII, BBRI, BMRI

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi bergerak mixed. Beberapa peningkatan sentimen yang membuat mayoritas saham di AS tertekan dimenit-menit akhir setelah adanya kekhawatiran tentang dampak dari kesengsaraan utang China Evergrade Group mengguncang pasar global tentang penularan yang lebih luas pasca S&P Global Ratings mengatakan berada di ambang default.

Investor juga akan terfokus pada pertemuan the Fed pada hari selasa dan rabu waktu setempat yang dimana investor harap mulai menjelaskan dasar untuk pengurangan stimulus. Secara sentimen IHSG berpotensi tertekan pada perdagangan hari ini. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD