Dari sisi teknikal, IHSG saat ini memiliki level resistance terdekat di area 8.567. Apabila mampu menembus level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju target lanjutan di kisaran 9.000. Namun demikian, William menilai pergerakan pasar masih akan diwarnai volatilitas.
Pada pekan lalu, pergerakan IHSG terfokus pada saham-saham yang berkaitan dengan sentimen MSCI, terutama isu transparansi data kepemilikan dan free float. Kondisi tersebut membuat aktivitas transaksi cenderung menurun karena pelaku pasar bersikap lebih selektif.
Memasuki pekan ini, tekanan jual yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap dampak kebijakan MSCI dinilai mulai mereda. Hal tersebut membuka ruang bagi pergerakan indeks yang lebih stabil, meskipun belum sepenuhnya lepas dari sentimen negatif lainnya.
William menambahkan, peluang pergerakan mixed masih terbuka, mengingat pasar juga dihadapkan pada sentimen global. Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah penurunan harga emas yang cukup signifikan pada akhir pekan lalu, yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi saham-saham terkait komoditas emas.
"IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan rebound di awal pekan, seiring meredanya tekanan jual akibat isu MSCI. Namun investor tetap perlu mewaspadai sentimen negatif lain, khususnya yang berdampak pada saham berbasis komoditas," tutur William.