sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Asing Mulai Inflow di Tengah Membaiknya Sentimen Global

Market news editor Desi Angriani
03/02/2026 09:48 WIB
IHSG bergerak dalam rentang 7.900-8.100 seiring membaiknya sentimen global dan inflow asing.
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Asing Mulai Inflow di Tengah Membaiknya Sentimen Global (Foto: dok Freepik)
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Asing Mulai Inflow di Tengah Membaiknya Sentimen Global (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak positif terbatas pada perdagangan Selasa (3/2/2026), setelah mengalami koreksi tajam di awal pekan.

Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 7.900-8.100 seiring membaiknya sentimen global dan inflow asing.

"IHSG hari ini diprediksi positif dalam range 7.900-8.100," tulis Ratih dalam riset hariannya, Selasa (3/2/2026)

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup anjlok 4,88 persen atau turun 406 poin ke level 8.922. Tekanan jual masih mendominasi pasar, terutama pada saham-saham komoditas dan konglomerasi, seiring aksi ambil untung yang terjadi setelah penurunan harga emas, perak, dan nikel di pasar global.

Meski demikian, Ratih mencatat adanya sinyal positif dari pergerakan investor asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing mulai mencatatkan inflow bersih sebesar Rp654 miliar di pasar ekuitas domestik, yang berpotensi menjadi penahan tekanan lanjutan IHSG.

Dari sisi domestik, sentimen negatif juga datang dari hasil pertemuan MSCI dengan regulator pada Senin sore (2/2/2026). Implementasi kebijakan transparansi free float minimal di atas 1 persen dinilai menjadi katalis tekanan bagi saham-saham konglomerasi. 

Secara year to date (ytd), performa IHSG tercatat menjadi yang terlemah di kawasan ASEAN dengan koreksi mencapai 8,38 persen.

Namun, data makroekonomi nasional masih memberikan penopang sentimen. Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 kembali mencatatkan surplus sebesar USD2,52 miliar, melanjutkan surplus bulan sebelumnya sebesar USD2,66 miliar. Secara kumulatif, Indonesia telah membukukan surplus neraca dagang selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung membaik. Bursa Wall Street rebound di awal pekan, dipimpin oleh saham-saham teknologi, khususnya sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, di tengah musim rilis laporan keuangan. Pelaku pasar mencermati kinerja emiten teknologi besar seperti Alphabet (GOOGL) dan Amazon (AMZN).

Saham teknologi Palantir Technologies (PLTR) melonjak sekitar 7 persen pada perdagangan after hours setelah mencatatkan kinerja di atas ekspektasi dan memproyeksikan pendapatan tahun 2026 di kisaran USD7,18–7,19 miliar.

Penguatan Wall Street turut menular ke kawasan Asia Pasifik. Pada perdagangan Selasa pagi, Nikkei 225 menguat 2,53 persen dan KOSPI melonjak 4,12 persen. Bursa Asia Pasifik secara umum rebound setelah tekanan yang terjadi di awal pekan.

Berikut rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas:

1. TOWR 

Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 530
Target Harga: 550
Stop loss: 490

TOWR berpotensi bullish reversal dengan posisi harga di area support. Indikator stochastic crossing di area support indikasi rebound. 

2. EXCL

Rekomendasi: Buy on Pullback
Harga Penutupan: 2.910
Target Harga: 3.040
Stop loss: 2.840

Manfaatkan trading jangka pendek. Posisi harga di area support indikasi rebound jangka pendek, didukung oleh stochastic di area oversold.

3. CTRA 

Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 810
Target Harga: 840
Stop loss: 780

CTRA berpotensi reversal di area support. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement