AALI
9625
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
780
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
805
ADMF
8050
ADMG
174
ADRO
2920
AGAR
322
AGII
2050
AGRO
695
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
149
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.95
-0.5%
-2.66
IHSG
6971.45
-0.36%
-25.00
LQ45
1002.78
-0.48%
-4.85
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
868,327 / gram

IHSG Hari Ini Rawan Profit Taking, Berikut Menu Saham Pilihan

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 24 Juni 2022 08:53 WIB
IHSG akhir pekan ini diprediksi menguat terbatas dan rawan profit taking.
IHSG Hari Ini Rawan Profit Taking, Berikut Menu Saham Pilihan (Dok.MNC)
IHSG Hari Ini Rawan Profit Taking, Berikut Menu Saham Pilihan (Dok.MNC)

IDXChannel — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini diprediksi menguat terbatas dan rawan profit taking. Investor dapat mencermati saham ADMR, JPFA, UNVR dan MAPI.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks terlihat berpeluang rebound terbatas dan rawan profit taking sejak warning 21 Juni, dari candle hammer dan di atas 5 day MA.

“Trend bullish, selama di atas 6.924, berpeluang menuju 7.063-7.138 (high minggu lalu di 7.138). IHSG closing di atas 5 day MA (6.987). Indikator MACD netral, Stochastic oversold. Selama di atas 6.924, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) 7.063 gap - 7.138. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.856 - 7.138,” ujar Andri dalam risetnya, Jumat (24/6/2022).

Adapun level resistance indeks diprediksi berada di 7.028/7.063/7.100/7.138 dan level support berada di 6.968/6.924/6.886/6.856 dengan perkiraan range 6.950 - 7.050.

Selanjutnya, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat cukup signifikan 0,64%, sementara S&P 500 naik lebih tinggi 0,95%, bahkan indeks Nasdaq mencatat penguatan yang signifikan sebesar 1,62%.

“Kenaikan Wall Street seiring dengan penurunan yield treasury 10 tahun. Beberapa sektor seperti consumer staples, utilities, real estate dan perawatan kesehatan (healthcare) masing-masing naik sekitar 2%,” jelas Maxi.

Adapun bursa Eropa ditutup melemah seiring dengan kekhawatiran terhadap inflasi yang tinggi serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, sebagian besar bursa Asia Pasifik mencatat penguatan seiring dengan langkah investor dalam memantau potensi ke arah resesi. Bursa yang mencatat penguatan signifkan di antaranya adalah Hang Seng dan Shanghai Composite, namun di sisi lain Kospi terkoreksi. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD