AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

IHSG Hari Ini Terbang, Bursa Asia Malah Kompak di Zona Merah

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 21 Januari 2022 11:11 WIB
Kinerja apik yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak diikuti oleh indeks lainnya di kawasan Asia.
IHSG Hari Ini Terbang, Bursa Asia Malah Kompak di Zona Merah. (Foto: MNC Media)
IHSG Hari Ini Terbang, Bursa Asia Malah Kompak di Zona Merah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kinerja apik yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak diikuti oleh indeks lainnya di kawasan Asia. Bahkan, mayoritas mengalami koreksi pada perdagangan Jumat pagi (21/1/2022).

Hingga pukul 10:46 WIB, Hang Seng Hong Kong (HSI) tertekan -0,69% di 24.780,00, Kospi Korea Selatan (KS11) melemah -1,52% di 2.819,21,

Nikkei 225 Jepang (N225) anjlok -1,92% di 27.238,50, Taiwan Weighted (TWII) koreksi -1,47% di 17.950,14, S&P / ASX 200 Australia (AXJO) turun -2,46% di 7.161,60, dan Shanghai Composite China (SSEC) terpuruk -0,84% di 3.525,38.

Berbeda dari lainnya, Indonesia Composite Index / IHSG menanjak 0,37% di 6.651,66.

Sebagian besar pasar saham di Asia jatuh pagi ini menyusul terpuruknya Wall Street pada penutupan semalam, yang terluka oleh kekhawatiran atas pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve dan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.

"Aksi jual saham AS kemarin brutal dan akan mendominasi Asia pagi ini," kata Ekonom ING di Singapura, Rob Carnell, dilansir Reuters, Jumat (21/1/2022).

Rob memaparkan bahwa masih ada sekantong optimisme yang datang dari China. Menurutnya, Negeri Tirai Bambu masih lebih akomodatif terhadap kebijakan moneter.

Seperti diketahui, Bank sentral China (PBOC) mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan hipotek untuk pertama kalinya selama dua tahun. Langkah ini dinilai merupakan putaran baru dalam pelonggaran kebijakan moneter yang bertujuan untuk menopang lemahnya ekonomi yang dipicu masalah sektor properti dan penyebaran varian Omicron.

"Perbedaan utama dalam kinerja pasar ekuitas antara AS dan China adalah persoalan kebijakan moneternya," kata Analis Invesco, David Chao.

David menilai kebangkitan ekonomi China merupakan katalis positif bagi pasar, meskipun pengetatan di AS dapat menambah volatilitas pasar dalam jangka pendek ke depan di bursa global. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD