Dari tanah air, pelaku pasar akan menanti rilis data cadangan devisa yang dijadwalkan dirilis kembali pada hari ini.
"Data cadangan devisa tersebut akan menjadi kabar positif bagi mata uang Rupiah, terlebih jika terjadi tren penambahan jumlah devisa di tanah air," tuturnya.
Sementara itu, kinerja mata uang Rupiah terpantau bergerak melemah di level Rp16.550 per USD pada pagi ini. Rupiah pada dasarnya berpeluang menguat terhadap USD seiring dengan kebijakan The Fed yang memprtahankan besaran bunga acuannya.
Serta tidak memberikan sikap yang jelas terkait dengan kebijakan pre-emptive bunga acuan kedepan.
"Kebijakan dan sikap The FED tersebut telah menekan imbal hasil US Treasury 10 tahun di bawah 4,3 persen. Ini membuat USD pada pedagangan hari ini berpeluang melemah terhadap mata uang utama di dunia," katanya.