Selain sektor perbankan, Mirae juga menyoroti sejumlah saham dengan kinerja kuartal I-2026 yang dinilai solid seperti ISAT, CMRY, JPFA, MIDI, ERAA, dan SCMA. Saham-saham tersebut dinilai masih memiliki potensi kenaikan karena diperdagangkan di bawah target konsensus Bloomberg.
Dalam menghadapi volatilitas pasar, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio, meningkatkan porsi instrumen defensif seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), bersikap wait and see terhadap obligasi, serta memilih saham berfundamental kuat dan defensif hingga kondisi pasar lebih stabil.
“Volatilitas bukan sekadar risiko, tetapi juga peluang bagi investor yang disiplin dan berpengetahuan. Melalui Media Day ini, kami berharap investor dapat memahami peta risiko Q2 dengan lebih baik dan mengambil keputusan investasi secara terukur,” tutup Martha.
Sekadar informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan sesi II, Rabu (20/5/2026) sore, ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen ke level 6.318,50. Tercatat sebanyak 217 saham bergerak menguat, 510 saham melemah, dan 232 saham lainnya stagnan.
(Shifa Nurhaliza Putri)